ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DENGAN MASALAH RISIKO PERILAKU KEKERASAN MELALUI PENERAPAN RELAKSASI NAPAS UNTUK MENGONTROL EMOSI
Abstract
Skizofrenia paranoid dapat menyebabkan gangguan emosi dan perilaku, salah satunya risiko perilaku kekerasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengontrol emosi adalah teknik relaksasi napas dalam. Karya ilmiah ini bertujuan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada Ny. M dengan masalah risiko perilaku kekerasan melalui penerapan relaksasi napas dalam untuk mengontrol emosi di Yayasan Rehabilitasi Sosial Alfateh Batam. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan selama empat hari, yaitu 08–11 Juli 2026. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. M mudah marah, mudah tersinggung, afek labil, mengepalkan tangan, serta memiliki riwayat perilaku agresif. Intervensi dilakukan melalui relaksasi napas dalam yang diperkuat dengan latihan fisik, komunikasi asertif, pendekatan spiritual, dan kepatuhan minum obat. Setelah empat hari, Ny. M mampu mengenali tanda kemarahan, melakukan relaksasi napas dalam secara mandiri, mengontrol emosi, berkomunikasi secara asertif, dan tidak menunjukkan perilaku agresif. Masalah risiko perilaku kekerasan dinyatakan teratasi. Penerapan relaksasi napas dalam dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengontrol emosi dan mencegah perilaku kekerasan.







